Biaya Bangun Rumah 3 Lantai: Panduan Lengkap untuk 2025
Membangun rumah 3 lantai adalah proyek besar yang bisa menjadi investasi luar biasa atau malah jadi mimpi buruk kalau salah langkah. Saya pernah mengalaminya sendiri ketika membangun rumah keluarga dengan tiga lantai untuk menampung orang tua, anak-anak, dan ruang kerja. Awalnya terasa sederhana—sampai angka-angka di spreadsheet saya mulai membengkak. Berikut pengalaman saya yang mungkin bisa membantu Anda menyiapkan anggaran dengan lebih baik.
Pertama-tama, mari kita mulai dengan angka kasar. Untuk rumah standar, biaya pembangunan di 2025 berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per meter persegi, tergantung pada kualitas material dan desain. Jadi, jika total luas bangunan rumah Anda adalah 300 meter persegi (100 m² per lantai), estimasinya sekitar Rp1,2 miliar hingga Rp2,1 miliar.
Namun, ini hanya biaya konstruksi dasar. Masih ada banyak biaya tambahan yang sering diabaikan, seperti finishing, perizinan, hingga instalasi listrik dan air.
Saya sempat berpikir bisa mengandalkan desain gratis dari kontraktor, tapi ternyata desain standar mereka enggak cukup fleksibel untuk kebutuhan keluarga besar kami. Akhirnya, saya memutuskan menyewa arsitek. Biayanya sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 per meter persegi, tergantung kompleksitas desain.
Saran saya: pastikan Anda mendiskusikan kebutuhan spesifik Anda dengan arsitek. Misalnya, apakah Anda butuh ruang terbuka di lantai atas, ruang kerja dengan isolasi suara, atau dapur yang lebih besar? Semua itu akan memengaruhi biaya.
Untuk rumah 3 lantai, pondasi adalah bagian paling krusial. Kalau tanah di lokasi Anda lunak atau tidak stabil, seperti di area saya dulu, Anda mungkin perlu menggunakan pondasi tiang pancang. Biayanya bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta, tergantung luas bangunan.
Selain itu, struktur rumah harus cukup kuat untuk menopang tiga lantai. Pastikan menggunakan beton bertulang berkualitas tinggi, yang harganya sekitar Rp800.000 hingga Rp1,2 juta per m³.
Ini adalah salah satu area yang paling sering saya abaikan di awal, dan akhirnya jadi penyebab pembengkakan anggaran. Finishing, seperti cat, lantai, plafon, dan jendela, biasanya menyerap 30%-40% dari total biaya pembangunan. Sebagai contoh, berikut estimasi biaya finishing untuk rumah saya:
Saya juga belajar bahwa memilih finishing dengan kualitas lebih baik bisa menghemat biaya jangka panjang. Contohnya, cat eksterior tahan cuaca mungkin lebih mahal, tapi tidak perlu sering-sering dicat ulang.
Waktu proyek saya hampir selesai, saya baru sadar instalasi listrik dan air belum masuk anggaran detail. Untuk rumah tiga lantai, biasanya Anda butuh daya listrik sekitar 7.700 VA hingga 11.000 VA, tergantung jumlah perangkat elektronik. Biaya instalasi listrik dan jaringan pipa air bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta.
Untuk membangun rumah, Anda wajib mengurus PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), yang biayanya sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per meter persegi. Jadi, untuk rumah seluas 300 m², Anda perlu menganggarkan sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta. Jangan lupa, ada juga pajak atas pembelian tanah dan material bangunan.
Saat membangun rumah, selalu ada biaya tak terduga. Misalnya, waktu itu saya ingin menambahkan skylight di lantai atas untuk pencahayaan alami. Ide dadakan ini menambah biaya sekitar Rp20 juta. Saran saya: tambahkan 10%-20% dari total anggaran awal sebagai cadangan.
Berikut adalah gambaran rincian biaya untuk rumah tiga lantai seluas 300 m²:
Total estimasi biaya: Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar
Membangun rumah tiga lantai memang membutuhkan perencanaan matang. Tapi dengan langkah-langkah di atas, Anda bisa menghemat banyak waktu, uang, dan energi. Semoga sukses dengan proyek Anda!
Designed with WordPress